Semangat Gita Jayanti dalam Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita XIV Prov. NTB

Om Swastyastu, Hare Krishna

Hari ini 16 November 2019 bertepatan dengan dilaksanakannya Utsawa Dharma Gita XIV Provinsi NTB yang di selenggarakan di kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram.

Namahatta Bumi Gaura Siap mensukseskan UDG XIV NTB

Berdasarkan kitab suci Weda, Utsawa Dharma Gita pada hakekatnya adalah Phalasruti, Phalasloka dan Phalawakya. Phalasruti mengandung makna pahala dari pembacaan kitab-kitab sruti atau wahyu yang pada umumnya disebut mantra yang berasal dari Hyang Widhi. Phalasloka adalah pahala dari pembacaan kitab-kitab susastra Hindu seperti kitab Itihasa, yakni Ramayana dan Mahabarata. Phalawakya adalah tradisi pembacaan karya sastra Jawa Kuna, berbentuk prosa atau parwa.

Penggunaan Dharma Gita dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan sangat membantu menciptakan suasana hening, hikmat/kusuk yang dipancari getaran kesucian dengan jenis yadnya yang dilaksanakan.

Tujuan dilaksanakannya Utsawa Dharma Gita adalah untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti umat Hindu melalui pemahaman dan penghayatan kitab – kitab suci agama Hindu.

Lalu apa itu Gita Jayanti?

Gita Jayanti adalah hari peringatan kemunculan salah satu kitab agama Hindu yang merupakan Maha Upanisadh yakni Kitab Bhagavad Gita atau dikenal dengan istilah pancama Veda. Gita Jayanti sudah di laksanakan sejak tahun 2015 di denpasar. Tujuan dari Gita Jayanti adalah untuk mendukung terwujudnya satu dari tujuh tujuan di dirikannya ISKCON oleh HDG AC Bhaktivedanta Srila Prabupadha pada tahun 1966, yakni “Secara sistematis menyebarluaskan pengetahuan spritual kepada masyarakat luas dan mendidik semua orang dalam suatu cara kehidupan spritual dalam upaya memperbaiki ketidakseimbangan nilai – nilai kehidupan dan mencapai persatuan yang sejati dan perdamaian dunia”.

Stand Penjualan Buku Buku Agama Hindu Oleh Namahatta Bumi Gaura

Rangkaian Kegiatan Gita Jayanti :
1. Gita Marathon : Merupakan ajang untuk mendistribusikan Kitab Bhagavad Gita kepada masyarakat yang di mulai pada tanggal 13 Oktober 2019 S.d 8 Desember 2019.
2. Gita Camp : merupakan sarana pembelajaran bhagavad gita generasi muda HIndu.
3. Gita Aksi : Merupakan serangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan sebelum dan atau saat hari Gita Puja (Gita Jayanti) yang jatuh pada tanggal 8 Desember 2019.
4. Gita Shanti : Acara puncak gita Jayanti Nasional yang di selenggarakan 14 Desember dengan melibatkan berbagai elemen keagamaan, tokoh msyarakat dan para pejabat.

Partisipasi Namahatta Bumi Gaura dalam Gita Jayanti
Sebagai organisasi Resmi di bawah naungan ISKCON Indonesia, Namahatta Bumi Gaura melibatkan diri dalam kegiatan Gita Jayanti dengann membagikan kitab Suci Bhagavad Gita kepada para peserta penghafal sloka pada acara Utsawa Dharma Gita XIV Provinsi NTB . Semoga dengan kegiatan Gita Jayanti ini yakni mendistribusikan kitab Suci Bhagavad Gita dapat menguatkan Sradha dan Bhakti kususnya untuk masyarakat Hindu di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Pembelian Buku Kehidupan Berasal dari Kehidupan

Mengapa Pendistribusian Bhagavad Gita begitu penting?
Kitab Suci Agama Hindu terdiri dari banyak jenis seperti Catur Veda, Purana, Itihasa dan Upanisadh serta masih banyak kitab manu smrti lainnya. Semua kitab suci ini diwahyukan melalui perantara yang disebut Maha Rsi. Bhagavad Gita merupakan satu satunya kitab suci agama Hindu yang disabdakan lansgung oleh Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna kepada Arjuna sesaat sebelum perang saudara Antara pandawa dan kurava di mulai sekitar 5.000 Tahun lalu. Bahkan, Jauh sebelum itu Kitab Suci Bhagavad Gita sudah disabdakan oleh Krishna kepada Vivasvan (Dewa Surya), kemudian dewa surya menurukan ilmu pengetahuan ini kepada Manu (Manusia pertama) pada saat awal awal siklus kehidupan dimulai kemudian Manu menurukan pengtahuan ini kepada Iksvaku dan diturunkan kepada generasi penerus manu berikutnya.

Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna, bersabda: Aku telah mengajarkan ilmu pengetahuan yoga ini yang tidak dapat dimusnahkan kepada dewa matahari, Vivasvan, kemudian Vivasvan mengajarkan ilmu pengetahuan ini kepada Manu, ayah manusia, kemudian Manumengajarkan ilmu pengetahuan itu kepada Ikṣvāku. (BG 4.1)

Ilmu pengetahuan yang paling utama ini diterima dengan cara sedemikian rupa melalui rangkaian garis perguruan guru-guru kerohanian, dan para rājā  yang suci mengerti ilmu pengetahuan tersebut dengan cara seperti itu. Tetapi sesudah beberapa waktu, garis perguruan itu terputus; karena itu, rupanya ilmu pengetahuan yang asli itu sudah hilang. (BG 4.2)

Ilmu pengetahuan yang abadi tersebut mengenai hubungan dengan Yang Mahakuasa hari ini Kusampaikan kepadamu, sebab engkau adalah penyembah dan kawan-Ku; karena itulah engkau dapat mengerti rahasia rohani ilmu pengetahuan ini. (BG 4.3)

Arjuna berkata: Vivasvan, dewa matahari, lebih tua daripada Anda menurut kelahiran. Bagaimana hamba dapat mengerti bahwa pada awal Anda mengajarkan ilmu pengetahuan ini kepada beliau? (BG 4.4)

Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Engkau dan Aku sudah dilahirkan berulangkali. Aku dapat ingat segala kelahiran itu, tetapi engkau tidak dapat ingat, wahai penakluk musuh! (BG 4.5)

Dari Percakapan Antara Krishna dan Arjuna di awal Bab 4 pada kitab Bhagavad Gita dapat kita simpulkan bahwa Bhagavad Gita sudah disabdakan jauh sebelum Kitab Kitab Veda lainnya di wahyukan melalui Sapta Rsi, penyabdaan BG kepada Arjuna merupakan Penyabdaan ulang karena ajaran – ajaran inti BG yakni Bhakti Yoga sudah hilang diakibatkan karena putusnya garis perguruan guru guru kerohanian (Parampara).

Mempelajari Bhagavad Gita dan Kitab Veda lainnya hendaknya melalui garis perguruan Guru Guru Kerohanian agar kebenaran dan makna dari kitab itu tidak menyimpang dari makna sebenarnya.

Cobalah mempelajari kebenaran dengan cara mendekati seorang guru kerohanian. Bertanya kepada beliau dengan tunduk hati dan mengabdikan diri kepada beliau. Orang yang sudah insaf akan Diri-Nya dapat memberikan pengetahuan kepadamu karena mereka sudah melihat kebenaran itu. (BG 4.34)

HDG AC Bhaktivendanta Srila Prabupadha merupakan Guru kerohanian agama Hindu terkemuka di dunia yang merupakan satu garis perguruan dengan Dewa Brahma, Rsi Narada, Rsi Vyasa, Rsi Madva, Sri Caitanya Maha Prabu serta guru guru lainnya. dan atas karunia beliau yang tanpa sebab beliau memberikan penjelasan pada tiap tiap sloka dari Bhagavad Gita agar masyarakat dapat memahami Bhagava Gita sesuai dengan makna sebenarnya. Penjelasan dari tiap tiap sloka hanya dapat ditemukan di Bhagavad Gita Menurut Aslinya.

Garis Perguruan Veda : https://www.narayanasmrti.com/2010/09/garis-perguruan-srila-prabhupada/

Membaca Kitab Bhagavad Gita menjadi begitu penting karena dikitab inilah hakekat – hakekat Bhakti, perpindahan atma dari badan sekarang kebadan berikutnya, membangun cinta kasih dengan Krishna, serta hidup dalam kecemerlangan.

Pembagian Kitab Bhagavad Gita oleh Namahatta Bumi Gaura Kepada Peserta Penghafal Sloka UDG XIV NTB

Semoga Bermanfaat.
Hare Krishna,
Om Shanti Shanti Shanti OM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s